Ini Penjelasan Proses Menstruasi dalam Tubuh Wanita Setiap Bulannya

Proses menstruasi terjadi ketika darah dari vagina keluar sebagai akibat dari luruhnya dinding rahim, karena sel telur di rahim yang tidak dibuahi oleh sperma. Siklus menstruasi terjadi sebagai penanda persiapan kehamilan. Buat anda yang ingin merencanakan kehamilan, sangat penting untuk menandai kalender menstruasi anda. Biasanya, siklus ini akan terjadi selama dua bulanan.

Hormon yang Berperan dalam Proses Menstruasi

Proses menstruasi yang terjadi di dalam tubuh anda ternyata dipengaruhi oleh beberapa hormon yang berperan:

  1. Progesteron: Hormon progesteron yang diproduksi di bagian ovarium sangat penting untuk proses kehamilan. Hormon ini ambil bagian penting selama masa menstruasi. 
  2. Estrogen: hormon estrogen berfungsi untuk mengatur siklus ovulasi pada wanita. Selain itu, perubahan fisik selama pubertas juga dipengaruhi oleh estrogen. 
  3. Hormon Pelutein: Ini adalah hormon yang merangsang produksi sel telur dan ovulasi
  4. Hormon Pelepas Gonadotropin: Ini adalah hormon yang diproduksi oleh otak. Hormon ini merangsang pembentukan hormon pelutein
  5. Hormon Perangsang Folikel: Hormon ini berperan untuk mematangkan sel telur di dalam ovarium. 

Beberapa Hal yang Mempengaruhi Lancarnya Proses Menstruasi

Lancar tidaknya proses menstruasi biasanya dipengaruhi oleh banyak hal. Selain hormon, menstruasi yang teratur dipengaruhi oleh beberapa hal berikut:

1. Berat Badan yang Ideal

Faktanya, berat badan punya pengaruh terhadap siklus menstruasi anda. Sebaiknya anda mempertahankan berat badan ideal. Ini artinya, anda tidak perlu terlalu kurus atau terlalu gemuk. Biasakan untuk menjaga asupan makanan serta berolahraga secara teratur supaya badan tetap fit. Anda juga disarankan untuk senantiasa berolahraga dan memperbanyak konsumsi serat. 

2. Pikiran yang Bahagia

Selain kondisi fisik, ternyata kondisi emosional juga mempengaruhi lancarnya siklus haid. Usahakan untuk selalu berpikir tenang, lakukan meditasi maupun yoga untuk menjernihkan pikiran. Anda bisa melakukan yoga di rumah dengan bantuan video youtube. Lakukan juga meditasi setelah bangun pagi atau malam hari sebelum tidur. 

3. Pilih Alat Kontrasepsi yang Tepat

Penggunaan alat kontrasepsi yang tidak tepat ternyata mempengaruhi siklus haid. Banyak wanita yang tidak cocok dengan KB hormonal. Untuk itu, sebaiknya, konsultasi dulu ke dokter sebelum membeli obat di apotik. Anda perlu trial dan error terlebih dahulu untuk menemukan KB yang cocok dengan tubuh anda.

Siklus dan Proses Menstruasi

1. Menstruasi 

Anda bisa menandai proses menstruasi lewat keluarnya darah dari vagina setiap bulannya. Sebagian besar wanita juga mengalami tanda-tanda lain semacam sakit perut bawah, demam, hingga mood swings yang susah dikendalikan. 

Saat proses menstruasi terjadi, dinding rahim yang sebelumnya menebal menjadi luruh sendiri karena tidak digunakan untuk kehamilan. Darah luruhan tersebut pun keluar sebagai menstruasi. 

2. Folikular

Lepasnya FSH (Follicle stimulating hormone) oleh kelenjar pituitari menandakan siapnya indung telur untuk memproduksi kantong-kantong kecil. Di dalamnya terdapat sel telur yang belum matang. Nah, selama 16 hari, sel telur tersebut akan mengalami proses pematangan dan seleksi. Sel telur yang sehat saja yang akan semakin matang. Keseluruhan proses ini menghabiskan waktu 11-27 hari sesuai dengan masa menstruasi anda. 

3. Ovulasi 

Ovulasi ditandai oleh lepasnya sel telur yang matang menuju indung telur. Proses ini biasanya terjadi di hari ke 14 sehabis siklus pertama. Namun, faktanya tidak semua wanita mengalaminya di hari ke 14. Masa ovulasi adalah waktu terbaik untuk merencanakan kehamilan. 

3. Pramenstruasi

Pra menstruasi merupakan fase yang dirasakan sebelum menstruasi itu sendiri terjadi. Pada prosesnya, anda akan merasakan gejala perubahan pada emosi maupun fisik. Perasaan nyeri, pusing serta kembung akan membuat anda semakin sensitif. Di fase ini folikel yang pecah akan membentuk korpus luteum dan mengeluarkan sel telur.