Hati-hati, Ini Efek Samping Betametason yang Dipakai Berlebihan

Betametason, atau betamethasone adalah obat luar yang dikenal untuk mengatasi berbagai peradangan pada kulit seperti eksim, psoriasis, atau reaksi alergi. Jenis obat topikal ini hanya boleh dipakai pada kulit yang dapat mengurangi bengkak, gatal, dan kemerahan yang muncul akibat kondisi ini.

Obat yang termasuk dalam golongan kortikosteroid ini sering disebut ‘obat dewa’ karena kemampuannya dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Meski ampuh mengatasi peradangan pada kulit, tetapi penggunaan kortikosteroid dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan efek samping yang tidak baik untuk kesehatan.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa efek samping Betametason:

1. Penipisan Kulit

Efek samping Betametason yang pertama penipisan kulit. Kondisi ini disebut juga sebagai telangiektasis dan dapat terjadi akibat paparan krim oles dengan kandungan kortikosteroid ataupun krim oles tertentu dalam jangka waktu yang lama.

Penipisan kulit ini membuat Anda menjadi mudah lebam, terutama ketika digunakan pada kulit yang terlipat (kulit di antara sela jari) 

2. Warna Kulit Menjadi Lebih Pucat

Selain karena penuaan, kulit pucat dapat terjadi karena kebiasaan perawatan kulit yang buruk termasuk penggunaan Betametason secara berlebihan.  

Jika Anda merasakan ini terjadi, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter spesialis kulit untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut, ya.

3. Infeksi Kulit 

Peningkatan risiko infeksi kulit menjadi risiko dan efek samping dari Betametason selanjutnya. 

Jika dibiarkan, infeksi kulit dapat berkembang menjadi penyakit lain seperti kemerahan pada kulit, radang pada folikel atau tempat tumbuh rambut, gatal-gatal, dan kulit melepuh.

4. Pembengkakan Kulit

Angioedema merupakan pembengkakan yang letaknya berada di bawah kulit. Pembengkakan ini biasanya terjadi akibat reaksi alergi. 

Selama proses reaksi alergi terjadi, tubuh akan bereaksi terhadap alergen dengan melepaskan histamin ke dalam aliran darah.

5. Kemungkinan Efek yang Memburuk

Selain itu, ada beberapa kondisi yang menjadi tanda efek samping yang mengganggu atau memburuk. Jika hal ini terjadi, segeralah cari bantuan medis.

Adapun efek samping yang dimaksud antara lain:

  • Panas berlebihan, kesemutan, gatal, mati rasa, rasa ditusuk, atau rasa geli
  • Muncul jerawat di area kulit yang diobati
  • Panas dan gatal pada kulit dengan bintik merah
  • Panas, gatal, dan sakit pada area berambut, atau lemah di akar rambut
  • Meningkatnya pertumbuhan rambut pada dahi, punggung, lengan, dan kaki
  • Pencerahan warna kulit pada area yang diaplikasikan
  • Garis merah keunguan pada lengan, wajah, kaki, leher, atau pangkal paha

Tips Mengurangi Efek Samping

Untuk dapat meredakan atau mengurangi efek samping akibat Betametason atau obat dermatitis lainnya, Anda dapat melakukan sejumlah hal, seperti:

  • Menghindari produk atau bahan alergen.
  • Menghindari penggunaan sabun yang mengandung pewarna dan pewangi. Pada beberapa orang, bahan ini bisa menyebabkan iritasi.
  • Menggunakan pelembap secara rutin setelah mandi, setidaknya 2 kali sehari.
  • Tidak menggaruk kulit yang gatal.
  • Cukupi konsumsi air putih.
  • Istirahat yang cukup.

Sangatlah penting untuk selalu memberitahukan dokter dan apoteker mengetahui semua hal mengenai kondisi kesehatan yang tengah Anda jalani. Anda harus memberi tahu dokter Anda sebelum menggunakan betametason jika Anda memiliki diabetes, ruam popok, hiperadrenokortisisme, infeksi lainnya, ocular toxicities, dan gangguan sistem imun

Setelah kondisi kulit membaik, Anda tak perlu lagi memakan betamethasone. Meski begitu, tetaplah pakai lotion sehari-hari demi menjaga kulit tetap lembap. Anda juga bisa sekaligus menghindari kemungkinan infeksi kambuh lagi. Semoga informasi ini bermanfaat!

Prosogan FD 15 mg Tablet – Informasi Obat dan Efek Samping Penggunaan

Prosogan FD merupakan obat keras yang mengandung bahan aktif lansoprazole. Obat ini berbentuk tablet dengan dua sediaan dosis, yaitu Prosogan FD 15 mg dan 30 mg. 

Tablet Prosogan diindikasikan untuk terapi perawatan pada penderita penyakit ulkus duodenum, ulkus gaster benigna, refluks esophagitis, dan pengobatan ulkus gaster akibat penggunaan NSAID. 

Simak informasi lengkap berkaitan dengan penggunaan tablet Prosogan FD dan efek sampingnya dengan membaca terus artikel ini. 

Cara kerja Prosogan

Prosogan mengandung bahan aktif lansoprazole. Lansoprazole bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam yang dihasilkan lambung, yang bisa meningkat pada penderita gangguan pencernaan, mulas dan refluks asam, dan gastroesophageal-reflux (GERD). Lansoprazole juga digunakan untuk mencegah dan mengobati sakit maag. 

Terkadang, bahan aktif tersebut juga digunakan untuk terapi pengobatan penyakit langka yang disebabkan oleh tumor di pankreas atau usus yang disebut sindrom Zollinger-Ellison.  

Dosis dan aturan pakai

Prosogan umumnya dikonsumsi sebanyak 1 kali sehari, 30 menit sebelum sarapan. Berikut ini dosis Prosogan Tablet 15 mg untuk terapi penyakit:

  • Ulkus duodenum: 1 kali/hari selama 4 minggu
  • Ulkus gastar benigna: 1 kali/hari selama 8 minggu
  • Refluks esophagitis: 1 kali/hari selama 4 minggu
  • Pengobatan ulkus gaster akibat penggunaan NSAID: 1 kali/hari selama 8 minggu

Jika dokter menyarankan mengonsumsi Prosogan 2 kali sehari, maka bisa konsumsi 1 tablet 30 menit sebelum sarapan dan 1 dosis di malam hari 30 menit sebelum makan malam. 

Tablet tidak boleh dihancurkan atau dikunyah agar bekerja secara maksimal. 

Apabila Anda lupa meminum obat, jangan mengambil dosis ganda pada waktu minum berikutnya. 

Apakah Prosogan FD aman digunakan wanita hamil?

Prosogan FD aman digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak dengan dosis yang telah dianjurkan dokter. 

Pada ibu hamil, lansoprazole dalam Prosogan termasuk dalam kategori B. Sebuah percobaan pada hewan menunjukkan pemberian Prosogan FD tablet dapat menurunkan angka harapan hidup dan menyebabkan berat badan lahir rendah. 

Lansoprazole yang dikonsumsi oleh ibu menyusui akan masuk ke dalam ASI yang akan diterima bayi sehinga keamanannya diragukan. Karena itu obat ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil atau menyusui. 

Beberapa kondisi lain yang harus diwaspadai sebelum menerima Prosogan yaitu:

  • Penderita disfungsi hati yang parah
  • Hipersensitif terhadap lansoprazole atau zat tambahan dalam obat
  • Akan menjalani endoskopi, karena obat dapat menyamarkan kondisi medis yang seharusnya terlihat selama endoskopi

Efek samping penggunaan obat

Prosogan biasanya bisa ditolerir dengan baik. Namun ada beberapa orang yang merasakan sakit kepala, pusing, lelah, dan perasaan tidak enak setelah mengonsumsi Prosogan. Efek samping tersebut ringan dan bersifat sementara atau akan hilang saat Anda berhenti minum obat. 

Jika Anda mengalami efek samping seperti sakit kepala, kantuk, dan lelah, hindari melakukan aktivitas yang berkaitan dengan kesadaran seperti mengemudi dan mengoperasikan mesin. 

Efek samping umum lainnya seperti diare, muntah, sembelit, ruam kulit gatal, dan mulut atau tenggorokan kering juga bisa terjadi. Segera hubungi dokter jika efek samping tersebut semakin parah atau menunjukkan gejala lain termasuk nyeri sendi dan anafilaksis (reaksi alergi serius).

Catatan

Beberapa obat dan suplemen dapat mengganggu efektivitas Progosan dan meningkatkan efek samping obat, seperti obat jantung digoxin, beberapa obat antijamur, obat HIV, antidepresan fluvoxamine, St John’s Wort, dan banyak lainnya. 

Sebelum mengonsumsi Progosan, konsultasikan dengan dokter mengenai kondisi kesehatan Anda, termasuk apakah Anda sedang menerima obat-obatan tertentu atau tidak.