7 Fakta Rehabilitasi Narkoba yang Mesti Diketahui

Apa yang ada di benak Anda mengenai rehabilitasi narkoba? Apakah Anda berpikir bahwa rehabilitasi narkoba merupakan tindak pengurungan terhadap pencandu narkoba sehingga sama sekali tidak dapat mengakses narkoba yang biasa dikonsumsinya, walau ia sedang sakau? Hal ini ada benarnya, namun tidak selamanya tepat. Soalnya, ada beberapa jenis rehabilitasi narkoba pula yang membiarkan pecandu narkobanya tetap berbaur dengan masyarakat, yang artinya kemungkinan ia mengakses narkoba tetap ada. 

Ya, ada banyak fakta menarik soal rehabilitasi narkoba yang patut Anda ketahui. Ini khususnya terkait rehabilitasi narkoba yang umumnya didapati di Indonesia. Mengetahui dan memahami fakta soal rehabilitasi akan membuat Anda lebih bijak dan tidak mudah menghakimi para pecandu. 

Berikut ini adalah berbagai fakta soal rehabilitasi narkoba yang sebaiknya tidak Anda lewatkan. Sebagian fakta mungkin akan membuat Anda tercengang karena tidak pernah menyangkanya! 

Terapi untuk Mengendalikan Otak 

Anda mungkin selama ini penasaran apa yang sebenarnya bisa membuat pecandu narkoba tidak lagi kecanduan karena menjalani rehabilitasi narkoba. Jawabannya karena pada rehabilitasi tersebut, dilakukan sejumlah terapi untuk mengendalikan otak sehingga hasrat untuk mengonsumsi narkoba pun bisa berkurang dan dikendalikan. Terapi pengendalian otak ini dapat ditempuh lewat banyak cara, mulai dari pengurungan, pemberian obat pengganti, sampai pada pemasukan ilmu-ilmu agama. 

Bukan untuk Berhenti Memakai Narkoba 

Tahu tidak bahwa pada dasarnya rehabilitasi narkoba bukan ditujukan agar pecandu narmoba berhenti memakai narkoba? Anda mungkin kaget, namun inilah faktanya. Rehabilitasi narkoba lebih bertujuan untuk membuat pecandu narkoba bisa melakukan hal-hal produktif kembali di keluarga dan masyarakat sehingga masa depannya tidak hilang begitu saja. Di mana dengan aktif kembali di masyarakat, hasrat untuk menggunakan narkoba bisa digerus. 

Waktu Rehabilitasi yang Berbeda-beda 

Waktu rehabilitasi narkoba tidak memakan waktu yang sebentar. Namun, semakin seseorang memiliki tingkat kecanduan narkoba yang parah, proses rehabilitasinya pun bisa semakin panjang. Pada kecanduan yang ringan, penderitanya mungkin hanya memerlukan waktu rehabilitasi dalam beberapa minggu. Namun jika tingkat kecanduannya parah, biasanya diberikan tahapan rehabilitasi narkoba yang komprehensif, yang memakan waktu hingga atau lebih dari setahun. 

Rawat Inap dan Rawat Jalan 

Kebanyakan proses rehabilitasi narkoba memang menempatkan pecandu di rumah rehabilitasi atau rumah sakit khusus. Di mana mereka akan menjalani proses rawat inap yang panjang dan komprehensif untuk dapat menghentikan kecanduannya. Namun dalam beberapa kasus, ada pula pecandu yang menjalani rehabilitasi narkoba secara rawat jalan. Biasanya, metode rawat jalan ini diberlakukan pada pecandu dengan tingkat keparahan yang cukup ringan.

Risiko Kambuh Tetap Ada 

Selesai menjalani rehabilitasi narkoba bukan berarti mantan pengguna narkoba tersebut sudah benar-benar sembuh. Kenyataannya, 40—60 persen orang yang sempat kecanduan narkoba bisa mengalami masa kambuhan. Namun, dengan diberikan rehabilitasi narkoba yang tepat dan komprehensif, tingkat kekambuhan bisa diminimalkan. Ini karena rehabilitasi bisa membantu mengembangkan keterampilan untuk menahan hasrat sehingga membuat kemungkinan kambuh lebih kecil. 

3 Tahap ala BNN 

Badan Narkotika Nasional (BNN) merupakan lembaga pemerintahan yang menyediakan pusat-pusat rehabilitasi narkoba secara cuma-cuma kepada pecandu narkoba yang tertangkap. Beberapa pusat rehabilitasi narkoba yang dimiliki BNN ada di Samarinda, Makassar, dan yang paling terkenal ada di Lido. Di pusat-pusat rehabilitasi tersebut, pecandu narkoba akan menjalani 3 tahap rehabilitasi. Tahap pertama merupakan rehabilitasi medis yang kerap dikuti dengan pemberian obat. Tahap kedua merupakan rehabilitasi nonmedis di mana rehabilitasi diberikan dalam paket untuk pemgembangan pikiran dan jiwa. Lalu yang ketiga adalah bina lanjutan, di mana mantan pecandu narkoba bisa kembali ke masyarakat, namun masih tetap dalam pengawasan untuk mengurangi risiko kambuhan. 

Harus Perhitungan Biaya Rehabilitasi 

Bukan hanya lembaga pemerintah yang menyediakan sarana untuk rehabilitasi narkoba. Banyak pula pihak swasta yang menyediakan pelayanan untuk rehabilitasi bagi pengguna narkoba. Namun menurut sebuah survei, lebih dari 60 persen penyedia layanan swasta tersebut memungut biaya rehabilitasi yang tidak kecil sehingga Anda mesti sangat memperhitungkan biaya rehabilitasi, apalagi jika ingin komprehensif dan memakan waktu panjang. 

Sekarang sudah lebih paham mengenai rehabilitasi narkoba dan fakta-fakta pentingnya, bukan? Yuk, lebih memahami para pencandu narkoba dan bantu mereka untuk bisa terus lepas dari jerat narkoba seusai rehabilitasi berlangsung.