Fleet Enema: Obat untuk Sembelit atau Konstipasi

Fleet enema merupakan obat yang sering digunakan untuk mengatasi konstipasi atau sembelit. Obat ini juga biasa diresepkan oleh dokter sebelum melakukan operasi atau pemeriksaan medis lainnya seperti endoskopi untuk membersihkan usus besar. Obat ini bisa didapatkan di apotek namun penggunaannya harus dengan resep dokter.

Sembelit atau konstipasi merupakan kondisi yang umum terjadi, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Kondisi ini terjadi ketika seseorang jarang buang air besar atau sampai tiga kali seminggu. Sementara seseorang yang buang air besar kurang dari satu kali seminggi tergolong penderita konstipasi serius. Konstipasi serius dapat menganggu aktivitas sehari-hari bahkan menyebabkan seseorang tegang untuk buang air besar.

Fleet enema memiliki kandungan zat aktif bernama monobasic sodium phosphate dan dibasic sodium phospate. Keduanya bekerja sebagai pencahar garam dan dapat membantu saluran cerna untuk meningkatkan penyerapan air feses atau tidak agar lebih lunah dan lebih mudah dikeluarkan melalui anus.

Meski fleet enema dijual bebas, namun penggunaannya tetap harus berdasarkan resep dokter. Pemakaiannya pun hanya boleh sesekali dan tidak sering. Pasalnya, penggunaan fleet enema yang terlalu sering dapat menyebabkan ketergantungan obat tersebut serta dapat menghentikan cara kerja usus secara normal. Akibatnya, pasien dapat mengalami sembelit yang berkelanjutan.

Beberapa pasien bahkan direkomendasikan untuk menggunakan obat pencahar lainnya jika memungkinkan. Bagi yang tidak sering mengalami sembelit dan hanya mengalami sesekali, pencahar yang mengandung psyllium atau pelunak tinja seperti docusate merupakan produk yang lebih baik dan lebih aman digunakan. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda jika Anda perlu menggunakan fleet enema atau produk pencahar lainnya selama lebih dari 7 hari.

Fleet enema hanya dapat digunakan melalui lubang dubur. Pasien yang sedang menggunakan fleet enema harus tetap menjaga asupan cairan. Sebab, saat buang air besar menjadi lebih lancar, tubuh akan kehilangan cairan tubuh sehingga penting untuk menjaga tetap terhidrasi. 

Risiko menggunakan fleet enema

Selain risiko ketergantungan penggunaan fleet enema kadang juga akan mengalami beberapa efek samping lainnya, seperti seperti kram pada bagian perut, diare, dehidrasi, masalah ginjal, tinja berdarah, hingga pendarahan pada area dubur. Berikut ulasan mengenai efek samping yang serius dari penggunaan fleet enema.

  • Dehidrasi

Dehidrasi terjadi ketika Anda menggunakan atau kehilangan lebih banyak cairan daripada yang dikonsumsi. Tubuh kemudian tidak memiliki cukup cairan untuk menjalankan fungsinya secara normal. Saat menggunakan fleet enema, seseorang akan terus melakukan buang air besar sehingga akan menyebabkan dehidrasi. Karena itu penting untuk tetap minum air putih setelah menggunakan obat ini.

  • Perforasi usus

Perforasi merupakan lubang kecil di usus kecil atau usus besar. Lubang yang terjadi pada saluran pencernaan atau disebut intestinal perforation dapat memicu peritonitis atau peradangan pada lapisan tipis jaringan yang melapisi perut. Peritonis ini dapat menyebabkan sepsis yang dapat berujng pada kegagalan fungsi-fungsi organ dalam tubuh hingga kematian. Karena itu, perforasi usus termasuk dalam kondisi gawat darurat medis yang perlu penanganan secepat mungkin.

Selain kedua penyakit tersebut, fleet enema dapat menyebabkan kondisi ketidakseimbangan elektrolit. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh diare. Orang dewasa lebih rentan untuk terserang dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit.  

Meski memiliki efek samping, perlu diingat bahwa jika dokter telah mengarahkan menggunakan fleet enema, dokter telah menilai manfaatnya untuk pasien akan lebih besar daripada risiko atau efek samping yang akan ditimbulkan. Banyak pula orang yang menggunakan efek samping ini tidak memiliki efek samping yang serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *