Mycoral: Solusi Tangani Gatal-gatal pada Anus

Mycoral krim merupakan obat yang digunakan untuk mengobati infeksi pada kulit yang disebabkan jamur. Misalnya saja, tinea versicolor (panu), athlete’s foot, kurap, infeksi dermatofita pada kulit atau kuku tangan, dan kandidiasis.

Kalau sudah terinfeksi seperti itu, tentu akan membuat tidak nyaman. Apalagi gatal yang menyerang di area tubuh tertentu, misalnya di bagian anus atau bokong. Mau menggaruk malu, tapi jika tak digaruk menyiksa, jadi serba salah. Jika anus atau bokong yang gatal terasa sudah sangat mengganggu, disarankan agar keinginan untuk menggaruk tersebut dilawan, karena menggaruk justru bisa membuat keadaan lebih buruk.

Beberapa hal yang biasanya memicu anus atau bokong gatal, antara lain: 

  1. Buang Air Besar (BAB)

Usai BAB, tanpa disadari ada kotoran tertinggal yang bisa menyebabkan rasa gatal dan terbakar. Sebaiknya bersihkan area tersebut dengan lembut menggunakan kertas toilet basah bebas pewarna dan tanpa pewangi, kemudian keringkan dengan kain lembut atau kertas toilet. Namun, jangan sampai menyekanya terlalu keras, karena bisa memperburuk rasa gatal itu sendiri dan sebaiknya jangan gunakan sabun, air panas, bubuk obat, atau pewangi, sebab bahan-bahan tersebut justru bisa menambah rasa gatal di anus. 

  1. Makanan dan Minuman 

Bagi kamu penyuka kopi, sebaiknya perlu waspada, karena secangkir kopi bisa mengendurkan otot-otot di dubur yang menyebabkan feses berair sehingga memicu rasa gatal. Selain kopi, makanan dan minuman lain yang bisa menyebabkan gatal di dubur di antaranya teh dan minuman bersoda, cokelat dan kacang, buah jeruk dan tomat, makanan pedas dan susu. 

  1. Pakaian Dalam 

Menggunakan celana dalam yang terlalu ketat dan bahan yang tak menyerap keringat juga bisa menyebabkan anus gatal. Pilihlah bahan yang mudah menyerap keringat, serta ganti celana dalam setiap hari dan setelah berolahraga. Kemudian disarankan mencuci pakaian dalam dengan deterjen yang bebas pewangi. 

  1. Wasir 

Wasir juga salah satu penyebab timbulnya gatal di anus atau bokong. Untuk mencegahnya, minumlah air putih minimal 8 gelas sehari dan perbanyak makan buah berserat.

  1. Jamur 

Jamur Candida menjadi salah satu penyebab dari anus yang terasa gatal di samping wabah kremi yang lebih banyak dikenal orang. Jengger ayam yang disebabkan oleh virus human papilloma (HPV) juga menyebabkan terjadinya gatal pada bagian anus. HPV merupakan penyakit menular seksual yang menyebabkan kutil dubur yang bisa tumbuh di dalam dan di sekitar anus dan dapat menyebar ke alat kelamin, gatal adalah gejala umum. Ini merupakan gatal anus yang serius, tanpa perawatan intensif, jamur dapat tumbuh besar dan lebih banyak lagi yang bisa terlihat.

Karena itulah, mycoral krim nampaknya cocok untuk mengatasi gatal yang terjadi pada area anus atau bokong. Obat ini mengandung zat aktif ketoconazole 2 persen. Ketoconazole adalah obat antijamur topikal (obat yang digunakan di bagian luar tubuh) yang berfungsi untuk mengatasi berbagai infeksi jamur di kulit dan selaput mukosa.

Mycoral krim merupakan obat bebas terbatas, sehingga frekuensi penggunaannya harus sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter, apoteker, atau tenaga kesehatan lainnya. Jika tertarik menggunakan obat ini, seseorang bisa mendapatkan Mycoral krim secara online ataupun offline di apotek-apotek. Sementara di online Mycoral krim 5 g rata-rata dibanderol Rp13.090. 

Namun, di mana saja kamu membeli Mycoral pastikan barang yang dibeli terjamin keasliannya. Sebab, obat yang palsu berisiko menyebabkan berbagai efek samping yang mungkin timbul.

Hati-hati, Ini Efek Samping Betametason yang Dipakai Berlebihan

Betametason, atau betamethasone adalah obat luar yang dikenal untuk mengatasi berbagai peradangan pada kulit seperti eksim, psoriasis, atau reaksi alergi. Jenis obat topikal ini hanya boleh dipakai pada kulit yang dapat mengurangi bengkak, gatal, dan kemerahan yang muncul akibat kondisi ini.

Obat yang termasuk dalam golongan kortikosteroid ini sering disebut ‘obat dewa’ karena kemampuannya dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Meski ampuh mengatasi peradangan pada kulit, tetapi penggunaan kortikosteroid dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan efek samping yang tidak baik untuk kesehatan.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa efek samping Betametason:

1. Penipisan Kulit

Efek samping Betametason yang pertama penipisan kulit. Kondisi ini disebut juga sebagai telangiektasis dan dapat terjadi akibat paparan krim oles dengan kandungan kortikosteroid ataupun krim oles tertentu dalam jangka waktu yang lama.

Penipisan kulit ini membuat Anda menjadi mudah lebam, terutama ketika digunakan pada kulit yang terlipat (kulit di antara sela jari) 

2. Warna Kulit Menjadi Lebih Pucat

Selain karena penuaan, kulit pucat dapat terjadi karena kebiasaan perawatan kulit yang buruk termasuk penggunaan Betametason secara berlebihan.  

Jika Anda merasakan ini terjadi, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter spesialis kulit untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut, ya.

3. Infeksi Kulit 

Peningkatan risiko infeksi kulit menjadi risiko dan efek samping dari Betametason selanjutnya. 

Jika dibiarkan, infeksi kulit dapat berkembang menjadi penyakit lain seperti kemerahan pada kulit, radang pada folikel atau tempat tumbuh rambut, gatal-gatal, dan kulit melepuh.

4. Pembengkakan Kulit

Angioedema merupakan pembengkakan yang letaknya berada di bawah kulit. Pembengkakan ini biasanya terjadi akibat reaksi alergi. 

Selama proses reaksi alergi terjadi, tubuh akan bereaksi terhadap alergen dengan melepaskan histamin ke dalam aliran darah.

5. Kemungkinan Efek yang Memburuk

Selain itu, ada beberapa kondisi yang menjadi tanda efek samping yang mengganggu atau memburuk. Jika hal ini terjadi, segeralah cari bantuan medis.

Adapun efek samping yang dimaksud antara lain:

  • Panas berlebihan, kesemutan, gatal, mati rasa, rasa ditusuk, atau rasa geli
  • Muncul jerawat di area kulit yang diobati
  • Panas dan gatal pada kulit dengan bintik merah
  • Panas, gatal, dan sakit pada area berambut, atau lemah di akar rambut
  • Meningkatnya pertumbuhan rambut pada dahi, punggung, lengan, dan kaki
  • Pencerahan warna kulit pada area yang diaplikasikan
  • Garis merah keunguan pada lengan, wajah, kaki, leher, atau pangkal paha

Tips Mengurangi Efek Samping

Untuk dapat meredakan atau mengurangi efek samping akibat Betametason atau obat dermatitis lainnya, Anda dapat melakukan sejumlah hal, seperti:

  • Menghindari produk atau bahan alergen.
  • Menghindari penggunaan sabun yang mengandung pewarna dan pewangi. Pada beberapa orang, bahan ini bisa menyebabkan iritasi.
  • Menggunakan pelembap secara rutin setelah mandi, setidaknya 2 kali sehari.
  • Tidak menggaruk kulit yang gatal.
  • Cukupi konsumsi air putih.
  • Istirahat yang cukup.

Sangatlah penting untuk selalu memberitahukan dokter dan apoteker mengetahui semua hal mengenai kondisi kesehatan yang tengah Anda jalani. Anda harus memberi tahu dokter Anda sebelum menggunakan betametason jika Anda memiliki diabetes, ruam popok, hiperadrenokortisisme, infeksi lainnya, ocular toxicities, dan gangguan sistem imun

Setelah kondisi kulit membaik, Anda tak perlu lagi memakan betamethasone. Meski begitu, tetaplah pakai lotion sehari-hari demi menjaga kulit tetap lembap. Anda juga bisa sekaligus menghindari kemungkinan infeksi kambuh lagi. Semoga informasi ini bermanfaat!

Kalpanax-K: Kegunaan, Aturan Pakai & Efek Samping

Pernah mengalami infeksi jamur, seperti panu atau kurap? Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan berbagai krim atau salep yang sudah banyak beredar di pasaran, salah satunya yaitu Kalpanax-K. Obat yang diproduksi Kalbe ini memang sudah dikenal sejak lama yang ampuh mengatasi penyakit kulit akibat infeksi jamur.

Apa itu Kalpanax?

Kalpanax merupakan obat yang berfungsi untuk mengatasi infeksi kulit akibat jamur, seperti panu, kurap dan kutu air. Obat ini memiliki kandungan utama, yaitu miconazole nitrate yang bekerja dengan cara mencegah perkembangan jamur pada kulit. Kalpanax termasuk golongan obat bebas yang tersedia di apotek dan minimarket.

Apa saja kegunaan Kalpanax?

Dengan kandungan miconazole nitrate, Kalpanax mampu mengobati penyakit jamur, kurap, panu dan kutu air. Kalpanax bekerja dengan cara mencegah pertumbuhan jamur pada kulit. Selain itu, beberapa varian produk Kalpanax juga mengandung kombinasi bahan lainnya, seperti sulfur, asam salisilat dan asam benzoat. 

Penyakit panu dan kurap paling sering ditimbulkan karena adanya infeksi jamur yang berkembang biak dengan cepat dalam kondisi cuaca yang lembab, panas, kulit berminyak serta tubuh yang berkeringat. Panu merupakan penyakit kulit yang tidak berbahaya dan tidak menular.

Sedangkan kurap merupakan infeksi yang dapat menular melalui kontak langsung dengan penderita. Sementara itu, kutu air juga ditimbulkan karena adanya jamur atau dapat ditularkan melalui kontak kulit dengan penderita. Oleh sebab itu, penderita harus segera mengobati gangguan kulit tersebut agar tidak menular ke orang lain.

Apa saja varian produk Kalpanax?

Kalpanax memiliki tiga varian yang tersedia di pasaran, antara lain:

  1. Kalpanax Cream (Kalpanax-K)

Kalpanax berbentuk krim ini memiliki kandungan aktif miconazole nitrate 2% yang mampu mengatasi berbagai jenis infeksi jamur, seperti kurap, panu dan kutu air.

  1. Kalpanax Salep

Kalpanax salep mengandung bahan aktif asam salisilat sulfur serta asam benzoat. Tidak hanya gangguan kulit akibat infeksi jamur, Kalpanax Salep juga dapat mengatasi eksim dan juga gigitan serangga.

  1. Kalpanax cair

Kalpanax Cair memiliki kandungan bahan aktif, seperti asam salisilat, asam benzoat dan povidone iodine. Varian produk ini memiliki fungsi yang sama dengan Kalpanax Salep namun dikemas dalam bentuk tincture (cairan tetes).

Apa saja yang harus diperhatikan dalam penggunaan Kalpanax?

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemakaian Kalpanax, antara lain:

  • Hindari penggunaan apabila penderita memiliki riwayat alergi terhadap produk atau makanan laut, seperti seafood atau rumput laut.
  • Sampaikan ke dokter atau apoteker apabila penderita akan menjalani operasi ketika sedang memakai Kalpanax
  • Hati-hati menggunakan Kalpanax apabila penderita sedang menggunakan obat lain, seperti obat herbal ataupun suplemen.
  • Hentikan pemakaian jika terjadi gejala mual, muntah dan mudah memar ketika terbentur setelah menggunakan Kalpanax.
  • Segera periksa ke dokter apabila terjadi reaksi alergi obat setelah memakai Kalpanax.

Bagaimana dosis dan aturan pakai Kalpanax?

  • Oleskan atau teteskan pada bagian kulit yang terinfeksi jamur sebanyak 2 kali per hari, yaitu pagi dan malam hari
  • Gunakan Kalpanax selama 2 minggu saja atau sesuai aturan yang terdapat pada kemasan obat.

Apa saja efek samping yang mungkin ditimbulkan?

Kalpanax-K, Kalpanax Salep maupun Kalpanax Cair tentunya memiliki efek samping yang mungkin saja ditimbulkan, seperti kulit terbakar, nyeri saat disentuh, terasa menyengat, kulit menjadi kering, kulit iritasi, kemerahan atau mengelupas. Segera hubungi dokter jika efek samping tersebut semakin memburuk dan tak kunjung menghilang.

Prosogan FD 15 mg Tablet – Informasi Obat dan Efek Samping Penggunaan

Prosogan FD merupakan obat keras yang mengandung bahan aktif lansoprazole. Obat ini berbentuk tablet dengan dua sediaan dosis, yaitu Prosogan FD 15 mg dan 30 mg. 

Tablet Prosogan diindikasikan untuk terapi perawatan pada penderita penyakit ulkus duodenum, ulkus gaster benigna, refluks esophagitis, dan pengobatan ulkus gaster akibat penggunaan NSAID. 

Simak informasi lengkap berkaitan dengan penggunaan tablet Prosogan FD dan efek sampingnya dengan membaca terus artikel ini. 

Cara kerja Prosogan

Prosogan mengandung bahan aktif lansoprazole. Lansoprazole bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam yang dihasilkan lambung, yang bisa meningkat pada penderita gangguan pencernaan, mulas dan refluks asam, dan gastroesophageal-reflux (GERD). Lansoprazole juga digunakan untuk mencegah dan mengobati sakit maag. 

Terkadang, bahan aktif tersebut juga digunakan untuk terapi pengobatan penyakit langka yang disebabkan oleh tumor di pankreas atau usus yang disebut sindrom Zollinger-Ellison.  

Dosis dan aturan pakai

Prosogan umumnya dikonsumsi sebanyak 1 kali sehari, 30 menit sebelum sarapan. Berikut ini dosis Prosogan Tablet 15 mg untuk terapi penyakit:

  • Ulkus duodenum: 1 kali/hari selama 4 minggu
  • Ulkus gastar benigna: 1 kali/hari selama 8 minggu
  • Refluks esophagitis: 1 kali/hari selama 4 minggu
  • Pengobatan ulkus gaster akibat penggunaan NSAID: 1 kali/hari selama 8 minggu

Jika dokter menyarankan mengonsumsi Prosogan 2 kali sehari, maka bisa konsumsi 1 tablet 30 menit sebelum sarapan dan 1 dosis di malam hari 30 menit sebelum makan malam. 

Tablet tidak boleh dihancurkan atau dikunyah agar bekerja secara maksimal. 

Apabila Anda lupa meminum obat, jangan mengambil dosis ganda pada waktu minum berikutnya. 

Apakah Prosogan FD aman digunakan wanita hamil?

Prosogan FD aman digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak dengan dosis yang telah dianjurkan dokter. 

Pada ibu hamil, lansoprazole dalam Prosogan termasuk dalam kategori B. Sebuah percobaan pada hewan menunjukkan pemberian Prosogan FD tablet dapat menurunkan angka harapan hidup dan menyebabkan berat badan lahir rendah. 

Lansoprazole yang dikonsumsi oleh ibu menyusui akan masuk ke dalam ASI yang akan diterima bayi sehinga keamanannya diragukan. Karena itu obat ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil atau menyusui. 

Beberapa kondisi lain yang harus diwaspadai sebelum menerima Prosogan yaitu:

  • Penderita disfungsi hati yang parah
  • Hipersensitif terhadap lansoprazole atau zat tambahan dalam obat
  • Akan menjalani endoskopi, karena obat dapat menyamarkan kondisi medis yang seharusnya terlihat selama endoskopi

Efek samping penggunaan obat

Prosogan biasanya bisa ditolerir dengan baik. Namun ada beberapa orang yang merasakan sakit kepala, pusing, lelah, dan perasaan tidak enak setelah mengonsumsi Prosogan. Efek samping tersebut ringan dan bersifat sementara atau akan hilang saat Anda berhenti minum obat. 

Jika Anda mengalami efek samping seperti sakit kepala, kantuk, dan lelah, hindari melakukan aktivitas yang berkaitan dengan kesadaran seperti mengemudi dan mengoperasikan mesin. 

Efek samping umum lainnya seperti diare, muntah, sembelit, ruam kulit gatal, dan mulut atau tenggorokan kering juga bisa terjadi. Segera hubungi dokter jika efek samping tersebut semakin parah atau menunjukkan gejala lain termasuk nyeri sendi dan anafilaksis (reaksi alergi serius).

Catatan

Beberapa obat dan suplemen dapat mengganggu efektivitas Progosan dan meningkatkan efek samping obat, seperti obat jantung digoxin, beberapa obat antijamur, obat HIV, antidepresan fluvoxamine, St John’s Wort, dan banyak lainnya. 

Sebelum mengonsumsi Progosan, konsultasikan dengan dokter mengenai kondisi kesehatan Anda, termasuk apakah Anda sedang menerima obat-obatan tertentu atau tidak.