Kalpanax-K: Kegunaan, Aturan Pakai & Efek Samping

Pernah mengalami infeksi jamur, seperti panu atau kurap? Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan berbagai krim atau salep yang sudah banyak beredar di pasaran, salah satunya yaitu Kalpanax-K. Obat yang diproduksi Kalbe ini memang sudah dikenal sejak lama yang ampuh mengatasi penyakit kulit akibat infeksi jamur.

Apa itu Kalpanax?

Kalpanax merupakan obat yang berfungsi untuk mengatasi infeksi kulit akibat jamur, seperti panu, kurap dan kutu air. Obat ini memiliki kandungan utama, yaitu miconazole nitrate yang bekerja dengan cara mencegah perkembangan jamur pada kulit. Kalpanax termasuk golongan obat bebas yang tersedia di apotek dan minimarket.

Apa saja kegunaan Kalpanax?

Dengan kandungan miconazole nitrate, Kalpanax mampu mengobati penyakit jamur, kurap, panu dan kutu air. Kalpanax bekerja dengan cara mencegah pertumbuhan jamur pada kulit. Selain itu, beberapa varian produk Kalpanax juga mengandung kombinasi bahan lainnya, seperti sulfur, asam salisilat dan asam benzoat. 

Penyakit panu dan kurap paling sering ditimbulkan karena adanya infeksi jamur yang berkembang biak dengan cepat dalam kondisi cuaca yang lembab, panas, kulit berminyak serta tubuh yang berkeringat. Panu merupakan penyakit kulit yang tidak berbahaya dan tidak menular.

Sedangkan kurap merupakan infeksi yang dapat menular melalui kontak langsung dengan penderita. Sementara itu, kutu air juga ditimbulkan karena adanya jamur atau dapat ditularkan melalui kontak kulit dengan penderita. Oleh sebab itu, penderita harus segera mengobati gangguan kulit tersebut agar tidak menular ke orang lain.

Apa saja varian produk Kalpanax?

Kalpanax memiliki tiga varian yang tersedia di pasaran, antara lain:

  1. Kalpanax Cream (Kalpanax-K)

Kalpanax berbentuk krim ini memiliki kandungan aktif miconazole nitrate 2% yang mampu mengatasi berbagai jenis infeksi jamur, seperti kurap, panu dan kutu air.

  1. Kalpanax Salep

Kalpanax salep mengandung bahan aktif asam salisilat sulfur serta asam benzoat. Tidak hanya gangguan kulit akibat infeksi jamur, Kalpanax Salep juga dapat mengatasi eksim dan juga gigitan serangga.

  1. Kalpanax cair

Kalpanax Cair memiliki kandungan bahan aktif, seperti asam salisilat, asam benzoat dan povidone iodine. Varian produk ini memiliki fungsi yang sama dengan Kalpanax Salep namun dikemas dalam bentuk tincture (cairan tetes).

Apa saja yang harus diperhatikan dalam penggunaan Kalpanax?

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemakaian Kalpanax, antara lain:

  • Hindari penggunaan apabila penderita memiliki riwayat alergi terhadap produk atau makanan laut, seperti seafood atau rumput laut.
  • Sampaikan ke dokter atau apoteker apabila penderita akan menjalani operasi ketika sedang memakai Kalpanax
  • Hati-hati menggunakan Kalpanax apabila penderita sedang menggunakan obat lain, seperti obat herbal ataupun suplemen.
  • Hentikan pemakaian jika terjadi gejala mual, muntah dan mudah memar ketika terbentur setelah menggunakan Kalpanax.
  • Segera periksa ke dokter apabila terjadi reaksi alergi obat setelah memakai Kalpanax.

Bagaimana dosis dan aturan pakai Kalpanax?

  • Oleskan atau teteskan pada bagian kulit yang terinfeksi jamur sebanyak 2 kali per hari, yaitu pagi dan malam hari
  • Gunakan Kalpanax selama 2 minggu saja atau sesuai aturan yang terdapat pada kemasan obat.

Apa saja efek samping yang mungkin ditimbulkan?

Kalpanax-K, Kalpanax Salep maupun Kalpanax Cair tentunya memiliki efek samping yang mungkin saja ditimbulkan, seperti kulit terbakar, nyeri saat disentuh, terasa menyengat, kulit menjadi kering, kulit iritasi, kemerahan atau mengelupas. Segera hubungi dokter jika efek samping tersebut semakin memburuk dan tak kunjung menghilang.

Prosogan FD 15 mg Tablet – Informasi Obat dan Efek Samping Penggunaan

Prosogan FD merupakan obat keras yang mengandung bahan aktif lansoprazole. Obat ini berbentuk tablet dengan dua sediaan dosis, yaitu Prosogan FD 15 mg dan 30 mg. 

Tablet Prosogan diindikasikan untuk terapi perawatan pada penderita penyakit ulkus duodenum, ulkus gaster benigna, refluks esophagitis, dan pengobatan ulkus gaster akibat penggunaan NSAID. 

Simak informasi lengkap berkaitan dengan penggunaan tablet Prosogan FD dan efek sampingnya dengan membaca terus artikel ini. 

Cara kerja Prosogan

Prosogan mengandung bahan aktif lansoprazole. Lansoprazole bekerja dengan cara mengurangi jumlah asam yang dihasilkan lambung, yang bisa meningkat pada penderita gangguan pencernaan, mulas dan refluks asam, dan gastroesophageal-reflux (GERD). Lansoprazole juga digunakan untuk mencegah dan mengobati sakit maag. 

Terkadang, bahan aktif tersebut juga digunakan untuk terapi pengobatan penyakit langka yang disebabkan oleh tumor di pankreas atau usus yang disebut sindrom Zollinger-Ellison.  

Dosis dan aturan pakai

Prosogan umumnya dikonsumsi sebanyak 1 kali sehari, 30 menit sebelum sarapan. Berikut ini dosis Prosogan Tablet 15 mg untuk terapi penyakit:

  • Ulkus duodenum: 1 kali/hari selama 4 minggu
  • Ulkus gastar benigna: 1 kali/hari selama 8 minggu
  • Refluks esophagitis: 1 kali/hari selama 4 minggu
  • Pengobatan ulkus gaster akibat penggunaan NSAID: 1 kali/hari selama 8 minggu

Jika dokter menyarankan mengonsumsi Prosogan 2 kali sehari, maka bisa konsumsi 1 tablet 30 menit sebelum sarapan dan 1 dosis di malam hari 30 menit sebelum makan malam. 

Tablet tidak boleh dihancurkan atau dikunyah agar bekerja secara maksimal. 

Apabila Anda lupa meminum obat, jangan mengambil dosis ganda pada waktu minum berikutnya. 

Apakah Prosogan FD aman digunakan wanita hamil?

Prosogan FD aman digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak dengan dosis yang telah dianjurkan dokter. 

Pada ibu hamil, lansoprazole dalam Prosogan termasuk dalam kategori B. Sebuah percobaan pada hewan menunjukkan pemberian Prosogan FD tablet dapat menurunkan angka harapan hidup dan menyebabkan berat badan lahir rendah. 

Lansoprazole yang dikonsumsi oleh ibu menyusui akan masuk ke dalam ASI yang akan diterima bayi sehinga keamanannya diragukan. Karena itu obat ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil atau menyusui. 

Beberapa kondisi lain yang harus diwaspadai sebelum menerima Prosogan yaitu:

  • Penderita disfungsi hati yang parah
  • Hipersensitif terhadap lansoprazole atau zat tambahan dalam obat
  • Akan menjalani endoskopi, karena obat dapat menyamarkan kondisi medis yang seharusnya terlihat selama endoskopi

Efek samping penggunaan obat

Prosogan biasanya bisa ditolerir dengan baik. Namun ada beberapa orang yang merasakan sakit kepala, pusing, lelah, dan perasaan tidak enak setelah mengonsumsi Prosogan. Efek samping tersebut ringan dan bersifat sementara atau akan hilang saat Anda berhenti minum obat. 

Jika Anda mengalami efek samping seperti sakit kepala, kantuk, dan lelah, hindari melakukan aktivitas yang berkaitan dengan kesadaran seperti mengemudi dan mengoperasikan mesin. 

Efek samping umum lainnya seperti diare, muntah, sembelit, ruam kulit gatal, dan mulut atau tenggorokan kering juga bisa terjadi. Segera hubungi dokter jika efek samping tersebut semakin parah atau menunjukkan gejala lain termasuk nyeri sendi dan anafilaksis (reaksi alergi serius).

Catatan

Beberapa obat dan suplemen dapat mengganggu efektivitas Progosan dan meningkatkan efek samping obat, seperti obat jantung digoxin, beberapa obat antijamur, obat HIV, antidepresan fluvoxamine, St John’s Wort, dan banyak lainnya. 

Sebelum mengonsumsi Progosan, konsultasikan dengan dokter mengenai kondisi kesehatan Anda, termasuk apakah Anda sedang menerima obat-obatan tertentu atau tidak.