Cara Mengobati Telinga Keluar Cairan Kuning Pada Bayi

Jika Anda memperhatikan bayi mengeluarkan cairan kuning dari telinga, mungkin Anda akan khawatir dan mencari cara mengobati telinga keluar cairan kuning pada bayi. Telinga biasanya tidak akan mengeluarkan cairan kecuali ada infeksi atau cedera yang terjadi. Meskipun cairan yang keluar dari telinga dapat terlihat mengkhawatirkan dan menakutkan, biasanya kondisi ini dapat dengan mudah diobati. Keluarnya cairan ini terjadi ketika ada cairan yang bocor keluar dari telinga Anda atau bayi. Biasanya, cairan kuning tersebut adalah kotoran telinga yang bercampur dengan air. Namun, cidera atau adanya infeksi juga dapat menyebabkan cairan seperti nanah dan darah keluar dari telinga. 

Telinga bayi bau dapat terjadi akibat infeksi otitis media

Cara mengobati telinga keluar cairan kuning pada bayi akan tergantung pada apa yang menyebabkan kondisi ini. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik guna secara akurat melakukan diagnosis apa yang menyebabkan keluarnya cairan kuning dari telinga. Dokter akan mencari tanda-tanda adanya kerusakan di telinga bagian luar dan saluran telinga dan melihat apakah gendang telinga rusak atau pecah. Jika dokter melihat adanya benda asing di telinga, mereka akan membersihkan saluran telinga atau melakukan prosedur lain guna mengangkat benda asing tersebut. Dalam beberapa kasus, dokter akan mengambil sampel cairan kuning dari telinga untuk diuji dan ditemukan penyebabnya, misalnya mengidentifikasi kuman yang menyebabkan infeksi. 

Perawatan cara mengobati telinga keluar cairan kuning pada bayi akan bergantung pada kondisi penyebab keluarnya cairan kuning tersebut. Dalam beberapa kasus, dokter bahkan tidak akan merekomendasikan perawatan. Menurut CDC, dokter mungkin tidak akan meresepkan antibiotik untuk infeksi telinga karena sistem kekebalan tubuh dapat melawan infeksi itu sendiri. Akan tetapi, dokter dapat meresepkan antibiotik untuk kasus parah atau kasus-kasus yang bertahan selama 2-3 hari. Banyak kasus trauma telinga juga akan sembuh tanpa bantuan medis khusus. Dalam beberapa kasus yang ekstrim di mana benda asing tetap terjebak di dalam telinga, dokter dapat merekomendasikan operasi untuk mengangkat benda asing tersebut. Gendang telinga yang pecah juga sering sembuh tanpa perawatan khusus dalam beberapa minggu hingga 2 bulan. Jika gendang telinga Anda atau anak tidak kunjung membaik, Anda akan membutuhkan tympanoplasty, yang mana merupakan prosedur bedah untuk memperbaiki lubang. 

Meskipun beberapa perawatan untuk cairan kuning yang keluar dari telinga membutuhkan perawatan medis, beberapa home remedies atau perawatan rumahan alternatif dapat menyediakan sedikit rasa lega. Pada umumnya, beristirahat dan minum banyak air dapat membantu tubuh pulih dan memperbaiki diri sendiri. Obat anti peradangan non steroid OTC juga dapat membantu meredakan rasa nyeri dan peradangan pada saat proses pemulihan berlangsung. Beberapa pembersih telinga OTC juga dapat membantu membersihkan kotoran telinga atau benda-benda asing dari telinga untuk mendukung proses pemulihan. Akan tetapi, Anda hanya boleh menggunakannya di bawah pengawasan dokter saja. 

Setelah mengetahui cara mengobati telinga keluar cairan kuning pada bayi, sekarang saatnya Anda mengenal tindakan pencegahan. Meskipun cukup tidak mungkin untuk mencegah semua penyebab cairan kuning keluar dari telinga, beberapa tips dapat membantu Anda melindungi telinga dari kerusakan. Adapun yang perlu dilakukan adalah menghindari memasukkan benda asing, seperti cotton swab dan pena ke dalam telinga; keringkan telinga setelah anak mandi atau berenang; biarkan air mengalir dari telinga setelah mandi dengan cara membengkokkan kepala, dan menggunakan obat tetes telinga OTC untuk membantu membersihkan telinga. Cairan kuning yang keluar dari telinga biasanya tidak perlu menyebabkan kekhawatiran tersendiri. Akan tetapi, jika ditemani dengan gejala lain, segera hubungi dokter.

Kandungan Susu Formula Terbaik untuk Anak 3 Tahun ke Atas

Tak hanya anak di bawah 3 tahun saja yang butuh susu formula untuk membantu tumbuh kembangnya. Anak usia 3 tahun ke atas sejatinya sedang dalam proses tumbuh-kembang yang sangat pesat. Pada rentang usia ini pula, perkembangan otak anak melaju pesat hingga mencapai 90% dari ukuran otak dewasa. Demikian pula dengan pertumbuhan fisiknya. Hal ini akan berlangsung hingga anak berusia 6 tahun. Susu adalah salah satu makanan pelengkap yang diperkaya dengan asupan nutrisi yang diperlukan anak. Memilih susu formula terbaik untuk anak 3 tahun ke atas tidak sulit dan juga tidak mudah. Lalu bagaimana tips memilih susu formula yang bagus untuk anak? 

Susu formula terbaik untuk anak 3 tahun ke atas dukung tumbuh kembang si Kecil

Bagaimana cara memilih susu formula terbaik untuk anak 3 tahun ke atas?

  • Sesuaikan dengan usia

Cara memilih susu yang harus dilakukan pertama kali adalah menyesuaikan jenis susu dengan usia anak. Pasalnya, setiap jenis susu diformulasikan sesuai dengan kebutuhan anak berdasarkan usianya masing-masing. Sebelum membeli, ibu bisa melihat label pada kotak atau kaleng susu, lalu perhatikan rekomendasi usia yang tertera.

  • Pilih susu yang rasanya disukai anak

Pemilihan rasa susu anak merupakan salah satu cara memilih susu yang sering diabaikan oleh para orang tua. Tidak sedikit orang tua yang asal memilih susu, yang penting susu tersebut baik untuk kesehatan si kecil. Pilihlah jenis susu yang memiliki rasa yang lezat dan disukai anak. 

  • Perhatikan kandungan nutrisinya

Salah satu unsur krusial dalam memilih susu formula terbaik untuk anak 3 tahun ke atas adalah kandungan nutrisinya. Ibu perlu memperhatikan kandungan nutrisi yang terkandung pada susu di label kemasan untuk mendapatkan manfaat optimal bagi tumbuh kembang dan kecerdasan otak anak. Berikut cara memilih nutrisi susu formula terbaik untuk mendukung pertumbuhan dan kecerdasan anak:

  1. Kalsium

Di dalam susu sapi, kalsium menjadi kandungan terbesar yang bisa didapatkan. Kalsium menjadi zat yang diperlukan oleh tubuh Si Kecil untuk menunjang pertumbuhan tulang dan giginya. Kalsium di dalam susu juga berperan sebagai penghantar impuls saraf serta pembekuan darah

  1. Fosfor

Fosfor bermanfaat untuk menyeimbangkan asam basa di dalam tubuh dalam rangka mendukung proses pembentukan struktur tulang dan gigi supaya lebih kuat. Selain di dalam susu pertumbuhan, asupan fosfor juga bisa didapat dari sumber lain seperti telur, cokelat, kacang-kacangan, kentang, dan bawang putih.

  1. Vitamin D

Vitamin D termasuk zat penting yang dibutuhkan balita untuk tulangnya. Vitamin D juga bisa ditemukan dari hati sapi, salmon, kuning telur, keju, dan yoghurt. Jika anak usia 3 tahun ke atas kekurangan Vitamin D akan mempunyai kemungkinan pertumbuhannya terhambat dan tidak maksimal.

  1. Zinc

Zinc merupakan nutrisi yang terbukti dapat membangun dan memperkuat memori, serta mempercepat proses berpikir anak. Selain bagus untuk kecerdasan, zinc juga dapat mendukung pembentukan jaringan baru pada tubuh, pertumbuhan, dan perkembangan tulang pada anak.

  1. Protein

Secara umum, protein berperan untuk membentuk, memelihara, dan menggantikan jaringan tubuh. Kandungan protein ini bisa jadi salah satu unsur pertimbangan memilih susu formula terbaik untuk anak 3 tahun ke atas.

  1. Zat besi

Zat besi merupakan bagian penting dari hemoglobin, sel darah merah yang menyalurkan oksigen ke seluruh organ dan jaringan tubuh, termasuk otak. Bila anak kekurangan zat besi akan membuat fungsi otak melambat, sulit untuk fokus dan berkonsentrasi, serta mengurangi tingkat kecerdasan anak. 

Susu formula merupakan sumber nutrisi terlengkap yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak. Jadi berikan susu formula terbaik untuk anak 3 tahun ke atas dalam rangka membantu tumbuh kembang si anak agar pintar dan bergerak aktif sesuai dengan pertumbuhan usianya. Pertimbangkan berbagai unsur di atas agar kamu dapat memberikan produk terbaik bagi si kecil.

Inilah 5 Jenis Buah untuk Bayi yang Baik untuk Dikonsumsi Sehari-Hari!

Bayi masih dalam tahap belajar sampai nantinya bisa makan dengan lancar. Namun masalahnya, tidak sembarang makanan bisa diberikan untuk si kecil. Pasalnya, mereka masih sulit untuk menelan dan mencerna makanan yang sifatnya keras. Nah, buah-buahan dapat menjadi salah satu jawaban sebagai asupan nutrisi harian bayi. Buah untuk bayi ini bisa dikonsumsi sehari–hari sebagai pelengkap MPASI.

Demi mendukung tumbuh kembangnya sejak dini sekaligus mencukupi kebutuhan gizi bayi, makanan yang diberikan kepada bayi harus terdiri atas beragam zat gizi. Anda bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, serta serat bayi sekaligus dengan memberikannya berbagai jenis buah.

Nah, berikut ini beberapa jenis buah untuk bayi beserta tips penyajiannya yang bisa Anda lakukan di rumah untuk diberikan kepada si Kecil.

  1. Apel

Apel memiliki banyak kandungan gizi seperti kalium, fosfor, kalsium, magnesium, vitamin A, dan vitamin C dan mineral lainnya yang sangat baik bagi pertumbuhan anak. Apel selain mudah dicerna, juga tidak menyebabkan alergi untuk si kecil. Anda dapat memberikan apel pada si kecil di bulan keenam saat mulai belajar makan makanan pendamping ASI (MPASI). 

Tips mengolah apel, yaitu

  • Siapkan satu buah apel yang sudah dikupas kulitnya.
  • Potong buah apel kecil-kecil dan letakkan pada wadah yang tahan panas.
  • Kukus potongan apel ke dalam panci sekitar 3 menit.
  • Setelah dikukus, haluskan buah apel dengan garpu atau blender.
  • Anda juga bisa menambahkan kayu manis untuk menambah rasa.
  • Anda bisa memberikan secara langsung untuk si kecil dengan cara dikerok menggunakan sendok.
  1. Alpukat

Buah lain yang bagus dan direkomendasikan untuk bayi adalah alpukat. Alpukat adalah sumber lemak tak jenuh dan vitamin E. Selain itu, alpukat memiliki tekstur yang lembut dan memiliki rasa yang enak sehingga pas untuk dijadikan sebagai makanan pendamping ASI.

Tips mengolah alpukat, yaitu

  • Siapkan setengah buah alpukat matang.
  • Kupas kulitnya dan ambil daging buahnya.
  • Hancurkan daging menggunakan garpu atau blender.
  • Anda juga dapat menambahkan pisang, susu, atau buah lainnya yang bisa memberikan sedikit rasa.
  1. Kiwi

Buah kiwi kaya akan serat dan vitamin A dan C. Namun, sifat asam kadang bisa menyebabkan ruam popok atau ruam mulut pada bayi. Oleh karena itu, berhati-hati untuk melihat adanya tanda-tanda alergi ketika Anda memberikannya kepada bayi untuk pertama kalinya.

Tips mengolah kiwi, yaitu

  • Kupas buah kiwi dan potong-potong kecil.
  • Haluskan potongan dengan garpu, blender, atau food processor.
  • Bubur buah kiwi siap disajikan.
  1. Pepaya

Manfaat pepaya selain manis dan lezat juga kaya akan folat, serat, dan vitamin A, C dan E. Kandungan serat dan enzim papain yang terdapat di dalam buah pepaya sangat baik dan bagus untuk pencernaan bayi. Itulah mengapa banyak orang yang menjadikan pepaya sebagai obat alami untuk mengatasi masalah sembelit.

Tips mengolah papaya, yaitu

  • Siapkan pepaya matang yang berwarna kuning dan pastikan bebas dari noda.
  • Cuci pepaya dengan campuran air dan cuka untuk menghilangkan bakteri.
  • Bilas di bawah air dan keringkan.
  • Kupas kulit dan iris pepaya menjadi dua, jangan lupa buang bijinya.
  • Cuci lagi pepaya untuk menghapus sisa-sisa bijinya.
  • Potong pepaya menjadi potongan-potongan kecil dan haluskan.
  1. Jambu biji

Manfaat jambu biji salah satunya termasuk banyak mengandung vitamin C. Itulah mengapa jambu biji sering diandalkan untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Serat makanan dalam buah yang satu ini juga bisa membantu meningkatkan sistem pencernaan bayi. Sama seperti berbagai jenis buah untuk lainnya, jamu biji juga mengandung banyak zat gizi.

Tips mengolah jambu biji, yaitu

  • Potong jambu biji menjadi dua bagian.
  • Buang bijinya menggunakan sendok.
  • Potong jambu menjadi potongan-potongan kecil dan kukus menggunakan selama beberapa menit.
  • Haluskan dalam blender.
  • Tambahkan air untuk mendapatkan tekstur yang diinginkan.

Itulah beberapa jenis buah untuk bayi yang bisa menjadi alternatif untuk sajikan kepada si kecil sebagai pendamping MPASI. Meski begitu, Anda tetap harus diskusikan dengan dokter jika ingin memberikan buah atau makanan lainnya. Hal ini dilakukan agar kebutuhan gizi dan nutrisi bayi dapat terpantau dengan baik. 

Biduran Pada Anak, Apakah Berbahaya Bagi Tubuh?

Sebagai orang tua, ada berbagai hal yang bisa menjadi tanggung jawab di dalam kehidupan, salah satunya termasuk mengurus anak. Jika Anda memiliki anak, ada berbagai hal yang perlu diurus, salah satunya termasuk kondisi kesehatannya. Setiap anak juga bisa berpotensi mengalami berbagai risiko pada tubuh, salah satunya termasuk biduran. Biduran pada anak dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada tubuh dan biasanya tidak berbahaya.

Biduran pada bayi menyebabkan munculnya ruam kemerahan dan bengkak di bagian-bagian tubuh tertentu seperti kaki, tangan, dan wajah

Pemahaman Tentang Biduran

Biduran, atau istilah medisnya disebut sebagai urtikaria, merupakan kondisi yang menyebabkan kemerahan dan pembengkakan pada kulit. Biduran memiliki penampilan yang tampak seperti sejumlah cincin yang tergabung menjadi satu.

Biduran pada anak bisa terjadi pada bagian kulit manapun dan dapat berpindah ke bagian kulit lain. Biduran juga memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari setengah inci hingga beberapa inci.

Pada umumnya, biduran bukan merupakan kondisi yang berbahaya bagi tubuh. Namun, pada sebagian kasus, biduran bisa menjadi tanda bahwa anak mengalami kondisi yang serius pada tubuh. Oleh karena itu, jika anak Anda mengalami gejala tertentu, namun kondisinya memburuk, Anda bisa menghubungi dokter.

Gejala Biduran

Berikut adalah gejala yang bisa terjadi pada anak akibat biduran:

  • Rasa gatal.
  • Kemerahan.
  • Ruam.
  • Pembengkakan.
  • Tersengat.
  • Bintik-bintik.

Jika anak mengalami kondisi yang serius, berikut adalah gejala yang timbul:

  • Mengi.
  • Masalah pernafasan.
  • Pembengkakan pada lidah dan tenggorokan.
  • Kesulitan berbicara.
  • Kehilangan kesadaran.

Faktor Penyebab Biduran

Berikut adalah faktor yang dapat menyebabkan anak mengalami biduran:

  • Makanan

Contoh kandungan makanan yang dapat menyebabkan biduran pada anak adalah gandum dan kacang.

  • Dermatografi

Biduran juga disebabkan oleh dermatografi (kebiasaan orang terhadap kulit seperti menggaruknya).

  • Suhu

Suhu yang dingin dapat menyebabkan biduran pada anak.

  • Cahaya

Baik dari sinar matahari maupun lampu, cahaya juga berpotensi menyebabkan biduran pada anak.

  • Aktivitas fisik

Aktivitas fisik dapat mempengaruhi kondisi tubuh. Tidak hanya itu, aktivitas fisik juga dapat meningkatkan risiko biduran pada anak.

  • Stres

Stres dapat menimbulkan berbagai masalah pada tubuh, termasuk biduran.

  • Infeksi

Infeksi berupa virus dan bakteri merupakan faktor lain yang dapat menyebabkan anak mengalami biduran.

  • Serangga

Gigitan serangga juga dapat meningkatkan risiko biduran pada anak.

  • Penggunaan obat

Contoh obat yang menyebabkan biduran pada anak adalah antibiotik.

  • Reaksi alergi

Reaksi alergi tidak hanya terjadi melalui makanan, namun juga berasal dari sumber lain seperti tumbuhan.

  • Faktor lain

Biduran juga bisa disebabkan oleh faktor lain, namun sumbernya tidak dapat diketahui dengan pasti.

Jika Anak Anda Menunjukkan Gejala Yang Serius

Jika anak Anda menunjukkan gejala yang serius seperti masalah pernafasan, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang dialami anak Anda.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang digunakan (jika ada).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisinya seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Gejala apa saja yang timbul?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?

Setelah mengetahui kondisi anak Anda, dokter dapat melakukan diagnosis seperti pemeriksaan fisik. Setelah itu, dokter dapat memberikan pengobatan yang lebih sesuai untuk mengatasi kondisinya. Contoh obat yang bisa digunakan adalah obat antihistamin.

Kesimpulan

Biduran pada anak merupakan salah satu kondisi yang perlu diwaspadai. Walaupun biasanya tidak berbahaya bagi tubuh, kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala. Kondisi tersebut juga bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Jika anak Anda mengalami kondisi yang serius pada tubuh akibat biduran, Anda sebaiknya temui dokter supaya kondisinya bisa ditangani lebih lanjut.

Ingin Membeli Popok Kain Bayi? Ini Jenisnya

Jika Anda seperti kebanyakan calon orang tua, Anda mungkin pernah berpikir untuk benar-benar ingin mencoba popok kain bayi, tetapi sepertinya terlalu merepotkan, atau pertimbangan harga yang terlalu mahal. Selain itu beberapa orangtua juga kerap beranggapan bahwa penggunaan popok kain cukup merepotkan karena harus mencuci dan membuang kotoran si kecil setiap hari.

Faktanya adalah, popok kain memang membutuhkan lebih banyak pekerjaan daripada popok sekali pakai yang hanya perlu dibuang ke tempat sampah, dan itu bukanlah pilihan yang tepat untuk setiap keluarga. Namun berkat kemajuan dalam teknologi modern, hal itu mungkin lebih masuk akal daripada yang Anda sadari.

Popok kain telah berkembang pesat, dengan hampir selusin jenis yang tersedia di pasaran saat ini. Ada begitu banyak pilihan popok kain, tidak peduli tipe tubuh atau tingkat aktivitas bayi Anda, ada banyak jenis popok kain bayi yang dapat disesuaikan dengan si kecil. Supaya Anda tidak bingung, cobalah beberapa jenis popok kain untuk bayi.

1. Pilih yang memiliki daya serat alami 

Saat memilihkan popok kain Anda, mungkin akan melihat motif dan disesuaikan berdasarkan kemudahan penggunaan. Namun, hal yang tidak kalah dan harus diperhatikan adalah kandungan serat yang ada di dalam popok kain bayi tersebut. Sisipan serat alami dan prefold, jauh lebih mudah dibersihkan daripada opsi sintetis.

Jadi jenis serat apa yang harus Anda cari? Pilihlah popok kain bayi yang terbuat dari serat alami seperti kapas organik, bambu dan rami bila memungkinkan. Serat sintetis bisa dibersihkan, tetapi Anda harus memperhatikan, karena bau kotoran akan lebih sulit hilang, sehingga perlu menggunakan lebih banyak deterjen untuk mencapai tingkat kebersihan yang sama.

2. Pilih jenis popok kain yang sesuai

Popok kain prefold

Popok prefold adalah kain persegi panjang yang terbuat dari bahan katun. Popok kain bayi jenis ini dapat dilipat dengan lebih banyak lapisan di tengah untuk membuat bagian tengah lebih tebal. Popok kain prefold dapat digunakan dengan cara menutup di pinggul bayi dengan serangkaian kancing atau Velcro, sebagai pengganti tab yang lengket. Popok kain ini biasanya terbuat dari kain poli-campuran dengan interior laminasi tahan air dan tersedia dalam berbagai warna dan cetakan. 

Popok kain hibrida

Popok hibrida dirancang untuk menggabungkan keunggulan kain dengan kemudahan sekali pakai. Popok kain untuk bayi ini terdiri dari penutup luar tahan air dan dua opsi lapisan penyerap bagian dalam, sisipan kain atau sisipan sekali pakai. Sisipan kain pada dasarnya berbentuk persegi panjang, dibuat dari berbagai kain termasuk katun, serat mikro atau rami. Beberapa jenis popok kain ini terkadang diisi dengan microfiber penyerap ultra dan rendah bahan kimia, bahkan dapat terurai secara hayati. 

Popok kain all-in-one

Popok All-in-one (AIO) mampu menyediakan lapisan penyerap dan kulit luar yang tahan air, semuanya dalam satu potong. Anda tidak perlu memasukkan sisipan. Anda dapat membuang semuanya ke dalam cucian saat kotor. Seperti halnya penutup prefold, penutup tersebut diikat di pinggul dengan Velcro atau serangkaian kancing. 

Popok kain saku

Popok saku mirip dengan AIO tetapi memiliki saku interior built-in, terbuat dari bahan wicking, dan berisi sisipan penyerap yang dapat dilepas. Anda dapat menyesuaikan tingkat serap dengan mencoba sisipan yang berbeda, atau menjejali saku dengan dua sisipan. 

Popok kain satu ukuran

Popok kain untuk bayi satu ukuran dapat digunakan untuk si kecil baru lahir seberat delapan pon atau mereka yang sudah siap untuk latihan menggunakan pispot. Penutup snap atau velcro memungkinkan Anda menyesuaikan ukurannya, dan sisipan yang semakin besar mengakomodasi kebutuhan serap yang berubah.