Inilah Penjelasan Mengenai Ejakulasi dan Cara Mengeluarkan Sperma

Inilah Penjelasan Mengenai Ejakulasi dan Cara Mengeluarkan Sperma

Cara mengeluarkan sperma tentu merupakan sebuah kalimat yang kerap ditanyakan. Akan tetapi, hal tersebut juga tetap penting untuk dibahas. Karena mengeluarkan sperma merupakan salah satu hal pada umumnya biasa terjadi pada pria.

Cara mengeluarkan sperma biasanya menggunakan dua cara, yaitu dengan melakukan hubungan seks dan masturbasi.

Sebelum mengeluarkan sperma, pada umumnya pria mengalami ejakulasi dan ereksi. Ketika seorang pria sudah terangsang secara seksual, maka pembuluh darah di penis akan menjadi rileks dan terbuka, sehingga memungkinkan untuk terisi darah. Darah yang terperangkap tersebut akan menciptakan ereksi. Ejakulasi adalah tindakan refleks yang dikendalikan oleh sistem saraf pusat.

Terjadinya Ereksi dan Ejakulasi

Ereksi dapat terjadi, ketika pembuluh darah corpora cavernosa rileks dan membuka, kemudian darah mengalir masuk melalui arteri kavernosus untuk mengisinya. Darah kemudian terperangkap di bawah tekanan tinggi dan menciptakan ereksi.

Ereksi dimulai dengan stimulasi sensorik dan mental. Selama timbul gairah seksual, pesan saraf mulai merangsang penis. Impuls dari otak dan saraf lokal menyebabkan otot-otot corpora cavernosa menjadi mengendur, lalu memungkinkan darah mengalir masuk dan mengisi ruang terbuka. Darah menciptakan tekanan di corpora cavernosa, membuat penis membesar dan membuat ereksi.

Tunica albuginea (membran yang mengelilingi corpora cavernosa), membantu menjebak darah di corpora cavernosa dan mempertahankan ereksi.

Saat melakukan cara mengeluarkan sperma, akan terjadi ejakulasi. Stimulasi seksual dan gesekan memberikan impuls yang dikirim ke sumsum tulang belakang dan ke otak. Ejakulasi adalah tindakan refleks yang dikendalikan oleh sistem saraf pusat dan dapat dipicu ketika tindakan seksual mencapai tingkat kegembiraan yang kritis. Ejakulasi memiliki dua fase.

Pada fase pertama, vas deferens (tabung yang menyimpan dan mengangkut sperma dari testis) berkontraksi untuk memeras sperma menuju pangkal penis dan kelenjar prostat serta vesikula seminalis melepaskan sekresi untuk membuat air mani. Pada tahap ini, ejakulasi tak terbendung.

Pada fase kedua, otot di pangkal penis akan berkontraksi setiap 0,8 detik dan memaksa air mani keluar dari penis hingga 5 kali semburan.

Cara Mengeluarkan Sperma dengan Masturbasi

Salah satu cara mengeluarkan sperma agar terjadi ejakulasi adalah dengan melakukan masturbasi. Masturbasi bisa dilakukan sendiri tanpa melakukan hubungan seksual. Pada pria, masturbasi dapat dilakukan dengan memberikan rangsangan pada penis, baik itu gerakan seperti menyentuh, membelai, memijat hingga sperma dikeluarkan.

Selain bisa dilakukan seorang diri, masturbasi juga bisa dilakukan bersama pasangan. Akan tetapi, perlu diingat untuk tidak terlalu bersemangat atau melakukan gerakan yang berisiko saat masturbasi. Tak hanya itu, hindari memijat penis terlalu keras karena dapat menyebabkan penis menjadi cedera. Masturbasi selain untuk mendapatkan orgasme, juga digunakan untuk keperluan medis seperti analisis sperma saat melakukan tes kesuburan pria.

Cara mengeluarkan sperma dengan masturbasi juga memiliki banyak manfaat, yaitu sebagai berikut ini.

  • Lebih aman daripada melakukan jenis hubungan seks lainnya. Selain itu, masturbasi juga bisa mencegah hamil atau terkena infeksi menular seksual.
  • Masturbasi membantu mempelajari apa yang Anda sukai dan tidak suka secara seksual. Dan saat Anda memutuskan untuk melakukan hubungan seksual dengan seseorang, Anda bisa mengetahui hal-hal yang Anda ingin lakukan dan yang tidak ingin dilakukan.
  • Masturbasi dapat menurunkan stres dan membantu Anda lebih rileks. Bahkan masturbasi juga membantu beberapa orang untuk tidur lebih nyenyak. 
  • Mengalami orgasme melepaskan endorfin, yaitu suatu zat kimia yang baik di otak Anda. Orgasme bisa menjadi obat penghilang rasa sakit alami dan bahkan bisa membantu mengatasi kram menstruasi.

Selain itu, saat Anda menerapkan cara mengeluarkan sperma yang baik, lebih baik lakukanlah dengan sealami mungkin. Mengeluarkan sperma seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan sehingga hindari menjadikan ejakulasi sebagai target yang terkadang susah untuk direalisasikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *