Jaga Kesehatan dengan Batas Konsumsi Gula Per Hari

Jaga Kesehatan dengan Batas Konsumsi Gula Per Hari

Banyak orang menyukai makanan dan minuman manis. Bahkan hampir seluruh makanan mengandung gula alami, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Namun, Anda harus mengetahui batas konsumsi gula per hari. Hal ini karena mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula dapat membahayakan tubuh Anda. 

Perbedaan Gula Tambahan dan Gula Alami

Makanan utuh tertentu mengandung gula alami yang disebut fruktosa dan tidak mengalami proses kimia. Misalnya, buah-buahan dan beberapa sayuran mengandung gula fruktosa. Selain itu, susu juga mengandung gula alami yang disebut laktosa. 

Sementara gula tambahan adalah gula atau pemanis kalori yang dimasukkan ke dalam makanan atau minuman. Gula tambahan biasanya diproduksi alami maupun kimia. Contoh gula tambahan yang harus Anda perhatikan dalam makanan dan minuman sebagai berikut: 

  • gula putih halus
  • gula merah
  • gula mentah
  • maltosa
  • gula kelapa
  • sirup
  • sirup maple
  • sirup jagung
  • konsentrat jus buah
  • fruktosa
  • glukosa
  • dekstrosa
  • laktosa
  • sukrosa.

Bahaya Konsumsi Gula Berlebihan 

Banyak produk makanan dan minuman yang beredar saat ini mengandung gula tambahan. 

Mengonsumsi makanan dan minuman tinggi berbahaya bagi kesehatan Anda. Hal ini dapat menyebabkan kelebihan berat badan, diabetes, penyakit jantung, banyak kondisi kesehatan serius lainnya. 

1. Masalah kulit

Asupan gula yang tinggi dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon sehingga menyebabkan masalah seperti jerawat, jerawat, rosacea, dan masalah kulit lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengurangi konsumsi gula per hari. 

2. Berat badan bertambah

Semua makanan manis mengandung banyak kalori. Ketika Anda mengonsumsi banyak gula, tubuh Anda akan memproduksi insulin dalam jumlah berlebih. Gangguan pada produksi insulin dapat menyebabkan gangguan pada metabolisme tubuh dan berisiko diabetes. 

3. Gangguan suasana hati 

Orang yang mengonsumsi terlalu banyak gula biasanya sering mengalami perubahan suasana hati. Mereka merasa murung dan depresi lebih sering dibandingkan orang yang sedikit mengonsumsi gula. 

4. Sulit berpikir

Ketika Anda mengonsumsi terlalu banyak gula, kadar gula darah Anda jadi tidak seimbang. Ketika kadar gula dalam darah Anda tiba-tiba turun, menyebabkan otak Anda menjadi sulit bekerja, terutama setelah makan.

5. Kerusakan gigi

Orang yang mengonsumsi terlalu banyak gula rentan mengalami gigi berlubang daripada mereka yang tidak mengonsumsi makanan manis. Hal ini karena gula memengaruhi pH mulut kita. Selain itu, gula adalah makanan utama bagi bakteri, sehingga meningkatkan kadar bakteri dalam mulut dan akibatnya membuat gigi Anda berlubang. 

6. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Berdasarkan banyak penelitian, mengonsumsi terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko aterosklerosis, penyakit yang ditandai dengan penumpukan lemak dan penyumbatan arteri.

7. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2 

Konsumsi gula tinggi dapat menyebabkan resistensi terhadap insulin. Terjadi gangguan pada pankreas untuk memproduksi hormon yang mengatur kadar gula darah. Resistensi insulin ini menyebabkan kadar gula darah dalam darah Anda meningkat sehingga meningkatkan risiko diabetes.

8. Dapat Meningkatkan Risiko Kanker 

Selain berisiko diabetes, konsumsi makanan dan minuman tinggi gula dapat meningkatkan peradangan di tubuh Anda sehingga menyebabkan resistensi insulin. Jika dibiarkan hal ini dapat membuat inflamasi pada tubuh semakin menyebar sehingga meningkatkan risiko kanker. 

Catatan

Perlu Anda ketahui bahwa batas konsumsi gula per hari adalah 4 hingga 6 sendok makan. Anda juga perlu memperhatikan makanan dan minuman yang Anda konsumsi, apakah mengandung gula tambahan atau tidak. Selain itu, untuk menjaga kesehatan tubuh sebaiknya Anda mengonsumsi air putih yang cukup tanpa gula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *